Senin, 20 Mei 2013

Tiga Unsur dalam Kebangkitan Nasional dan Pendidikan

Pontianak --- Kebangkitan nasional dan pendidikan merupakan dua hal yang sama-sama kita peringati di bulan Mei. Keduanya juga merupakan hal yang saling beririsan satu sama lain. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan, pendidikan dan kebangkitan nasional sama-sama memiliki tiga unsur.

Mendikbud menjelaskan, dalam bahasa Inggris, kata kebangkitan merupakan padanan kata dari "awakening", yang berarti bangun. Dalam bahasa Indonesia, bangun juga dimaknai dengan bangkit atau kesadaran. "Ada kesadaran kolektif tentang pentingnya perubahan," ujar Mendikbud saat jamuan makan malam dengan jajaran Universitas Tanjung Pura, Pontianak, (19/5).
Unsur yang kedua adalah adanya mobilisasi resources untuk bisa bangkit.  "Meskipun sadar waktunya bangun, tapi kalau tidak ditambahi dengan kekuatan yang luar biasa, tidak bisa," katanya.
Unsur terakhir yang sama-sama terdapat dalam kebangkitan nasional dan pendidikan adalah tujuan. "Yang ketiga, tak kalah penting. State mana yang ingin kita tuju," jelas Menteri Nuh. Ia menambahkan, dalam mencapai tujuan, ada tahap-tahap yang harus kita capai.
Sementara dalam pendidikan, setelah memiliki kesadaran kolektif, kemudian muncul mobilisasi resources berupa intelektual dan skill seseorang. Mobilisasi resources tersebut digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan seperti yang ada di dalam undang-undang. (DM)

0 komentar: